Rakerpim Baznas Bojonegoro, Bupati Berharap Adanya Transparansi Dalam Pengelolaan Zakat

oleh -416 views
Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Baznas Bojonegoro tahun 2018/2019. Acara digelar di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK), tepatnya di Jalan Trunojoyo, Bojonegoro, pada hari, Selasa (25/12/2018).

BOJONEGORO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, melaksanakan rapat kerja pimpinan (Rakerpim) tahun 2018/2019. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) tepatnya di Jl. Trunojoyo, Bojonegoro pada hari, Selasa (25/12/2018).

Acara tersebut dilaksanakan agar Baznas mampu bekerja secara profesional, utamanya dalam hal menyalurkan zakat, infak dan sedekah yang sesuai dengan ketentuan syariat. Selain itu, hal terpenting ialah adanya pemberdayaan masyarakat miskin menjadi salah satu tujuan pokok zakat. Hal demikian dilakukan supaya dapat membebaskan kaum Dhuafa dari belenggu kemiskinan.

Drs H. Hanafi, MM. Ketua Baznas Kabupaten Bojonegoro melalui Sekretarisnya, Drs. Agus Zali, MH.I, mengatakan bahwa Baznas merupakan lembaga pemerintahan non struktural. “Hanya saja, dalam mengangkat fungsionaris Baznas harus melalui Pemkab setempat dan mendapat persetujuan Baznas Provinsi. Begitu pentingnya keberadaan Baznas ini, hingga membuat pemerintah turut serta dalam mendampingi pengelola serta penyalur amal zakat dan infak ini,” ungkap Agus Zali dalam sambutannya.

Masih menurut Agus Zali, bahwa lembaga Baznas merupakan lembaga yang mandiri, namun dalam pelaksanaan kegiatannya, Baznas bertanggungjawab kepada Pemkab, Baznas dan juga Provinsi. Hal tersebut merupakan amanat Undang-undang untuk melakukan RKA sebelum akhir tahun 2018 ini. Dalam melakukan penarikan amal zakat dan infak di masyarakat, pihak Baznas menggunakan pendekatan yang komunikatif, sehingga masyarakat dapat mengeluarkan zakatnya dengan rutin serta semakin meningkat.

“Kedepan nanti, kami berharap akan adanya sistem Mustakhiq Information, dimana adanya informasi tentang penerima zakat yang bisa diakses langsung oleh masyarakat luas,” tambah Agus Zali.

Selanjutnya, Kepala Kemenag Bojonegoro Drs. H. Syamsuri, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya Baznas yang berdasar amanat Undang-undang ini, diharapkan dapat mendongkrak zakat yang dikeluarkan oleh masyarakat Bojonegoro.

“Agar zakat amal dan infak yang dikeluarkan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini semakin meningkat, maka perlu adanya dukungan dari Pemkab Bojonegoro, seperti instruksi Bupati ataupun jika perlu adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang zakat,” ucap Kepala Kemenag Bojonegoro.

Senada dengan itu, DR Hj Anna Mu’awanah, Bupati Bojonegoro, dalam sambutannya mengatakan bahwa potensi zakat di Bojonegoro sebetulnya sangat besar. Jika zakat tersebut besar, artinya dapat membantu perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Bojonegoro tersebut.

“Dalam pengelolaan zakat yang berasal dari pihak ke dua, ke tiga ataupun dari mana saja datangnya, Baznas Bojonegoro harus bisa mempertanggungjawabkannya. Hal itu dapat dilakukan jika adanya transparansi para pengurus Baznas dalam pengelolaan zakat yang sudah dibayarkan serta disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Bupati Bojonegoro.

Jika zakat ingin mengalami peningkatan, Bupati Bojonegoro, DR Hj. Anna Mu’awanah, menambahkan, maka pengurus Baznas harus menjalankan tugasnya secara transparan, sehingga akan muncul kepercayaan masyarakat terhadap Baznas itu sendiri.

“Kalau kepercayaan masyarakat terhadap Pengurus Baznas sudah semakin membaik, maka zakat dari masyarakat akan mengalir dan penerimaan zakat akan terus mengalami peningkatan,” kata Bupati Bojonegoro.

Agar betul-betul transparan, laporan pertanggungjawaban Baznas bisa di share ke media massa. Sehingga masyarakat bisa mengetahui transparansi pengelolaan zakat tersebut. “Ke depan diharapkan adanya digitalisasi data tentang siapa saja orang-orang yang telah menerima zakat yang disalurkan oleh Baznas tersebut,” tegas Bupati Bojonegoro. [io/dri].

 

Diolah dari beberapa sumber.