3 Tahun Berdiri, KBM (Kita Belajar Menulis) Gelar Tasyakuran dan Ngopi Literasi

oleh -190 views
Foto bersama KBM

Sabtu (17/10), KBM (Kita Belajar Menulis) adakan tasyakuran dan ngopi literasi dalam rangka ulang tahun yang ketiga KBM, yang berdiri sejak tanggal 17 Oktober 2017. Acara berlangsung di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Dan dimulai pada pukul 10.30 WIB sampai 14.00 WIB.

KBM sendiri merupakan sebuah komunitas menulis yang didirikan anak-anak desa Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Salah satu pendirinya bernama Slamet Widodo. Berasal dari semangatnya mendirikan komunitas tersebut, yang awalnya hanya untuk anak Kepohbaru saja kini anggota berasal dari berbagai daerah. Paling jauh Lamongan dan Nusa Tenggara Barat.

Pengurus dan 10 anggota KBM hadir mensukseskan acara ini. Selain itu, juga mengundang para santri Ponpes Nurul Huda Soko Tuban untuk acara tasyakuran dan doa bersama. Namun, Ketua KBM, Sigit Priatmoko berhalangan hadir, karena ada urusan yg tidak bisa ditinggalkan dan beliau adalah seorang Dosen UIN Malik Ibrahim Malang.

Pendiri KBM Slamet Widodo mengungkapkan bahwa KBM sudah berumur tiga tahun. Di sini tidak hanya sebuah komunitas tapi juga sudah seperti keluarga sendiri. Kalian boleh belajar dari mana saja namun, tetaplah kembali pulang ke rumah KBM.

“Semoga kita ttp diberikan istiqomah dalam menulis dan berkarya. Dan satu lagi meskipun kita sudah banyak karya. Tpi ingatlah, tetaplah tawadhu” Ucap Slamet Widodo.

Selanjutnya, semua anggota dan pengurus KBM diberi kesempatan untuk sharing bersama. Banyak cerita dari mereka diantaranya, tentang keluhan ketika macet menulis, tidak ada ide bahka tidak mood saat mau menulis.

Dari sharing merekalah, kemudaian Ajun selaku pembimbing KBM memberikan motivasi yakni, kalau tidak mood saat menulis, maka ingatlah sebenarnya apa tujuan kita itu menulis. Dari situ lah semangat akan bakit kembali.

Sementara itu, Rahayu Lestari Putri selaku pengurus devisi penerbit yang berasal dari Bojonegoro mengungkapkan semoga KBM bisa mendunia lewat karya-karya anggota yang luar biasa.

“Saya bangga mnjadi bagian dari KBM. Karena di Bojonegoro saat ini, masih ada cah ndeso yang mau merawat tradisi menulis (literasi) di tengah hingar binar dunia. Salam literasi untuk negeri” ujar Rahayu Lestari.