IAI Sunan Giri Bojonegoro gelar PBAK Secara Virtual

oleh -206 views
Yeni wahid saat mengisi acara PBAK di IAI Sunan Giri Bojonegoro

Bojonegoro- Selasa (13/10), IAI Sunan Giri Bojonegoro gelar PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan). Pembukaan PBAK dilakukan secara virtual yang diawali dengan acara Stadium General.

Acara berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Lantai 3 Gedung IAI Sunan Giri Bojonegoro. Dibawakan oleh Giati Anisah, M.Pd dengan bahasa Indonesia dan Zumrotul Fauziah, M.Pd dengan bahasa Inggris. Acara diikuti oleh seluruh Dosen IAI Sunan Giri Bojonegoro secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain para jajaran Dosen diikuti juga oleh mahasiswa baru tahun 2020 dan seluruh mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro secara online via Zoom dan live streaming YouTube.

Diawali dengan sambutan Rektor IAI Sunan Giri, M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., sekaligus prosesi pembukaan PBAK secara simbolis dengan memukul gong dan penyematan tanda peserta oleh 6 Camaba.

“Selamat datang mahasiswa baru tahun 2020. Kami harap kalian bisa menjadi mahasiswa baik yang sesuai dengan harapan bangsa, karena di pundak kalian lah nasib bangsa ini. Kalian harus siap menghadapi hambatan-hambatan yang akan datang, karena hambatan tersebut akan lebih sulit dari pada yang dihadapi sekarang,” Ujarnya.

Acara dihadiri oleh Ketua BP3T-NU Kabupaten Bojonegoro Drs. H. Saifuddin Idris, M.Pd.I., Bupati Kabupaten Bojonegoro Dr. Hj. Anna Muawanah, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus. M.Sc., dan Direktur Wahid Foundation, Yenni Wahid.

Wakil Gubenur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat mengisi acara mengungkapkan bahwa, setiap manusia bakal mengalami siklus kehidupan mulai dari tumbuh menjadi sampai menjadi tua, dan di tengah pandemi ini yang diperlukan masyarakat adalah resiliensi atau kekuatan imunitas diri.

“Kondisi saat ini bisa dijadikan peluang generasi Nahdliyyin atau biasa disebut NU. Supaya semakin bisa menancapkan eksistensinya ditengah kehidupan masyarakat, untuk membangun kompetensi yang lebih luas lagi” ujar Emil Elestianto Dardak.