TROPIS Indonesia Adakan Lokakarya Penguatan Kapasitas Pengelolaan Pasar Desa Gayam

oleh -226 views
Foto bersama setelah kegiatan lokakarya Penguatan Kapasitas Pengelolaan Pasar Desa Gayam.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TROPIS Indonesia yang didukung oleh SKK Migas dan ExxonMobil Cepu Limited menggelar lokakarya Penguatan Kapasitas Pengelolaan Pasar Desa Gayam, yang bertempat di Ruang Rapat Kantor PIB Desa Ringintunggal Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, (04/02/2020).

Diadakannya kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu SDM pengelola Pasar dan membekali Pemdes dan BPD Gayam dalam membuat Perdes pengelolaan pasar. Peserta dalam kegiatan tersebut yaitu BUMDes Gayam, Pengelola Pasar, Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam an BPD Gayam.

Ketua LSM TROPIS Indonesia, Musyadad menyampaikan bahwa kondisi pasar Desa Gayam yang dulu masih semrawut dan belum adanya dukungan dari pihak pemerintah setempat.

“alhamdulilah, kondisi pasar Desa Gayam kini sudah berubah yang dikerjakan mulai 2018 sampai saat ini sudah mencapai kurang lebih 90% Pembangunan,” kata Musyadad.

Lanjut, Musyadad mengatakan bahwa kegiatan ini berbentuk Lokakarya yang dilanjutkan dengan magang oleh pengelola pasar selama 4 hari di pasar Bojonegoro kota dan pasar Sumberjo Kecamatan Sumberjo Kabupaten Bojonegoro.

“ Saya harapkan setelah kegiatan ini ada peningkatan mutu SDM pengelola pasar dan kegiatan ini berjalan sesuai rencana,” kata Musyadad.

Sedangkan, Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited Rifqi Romadhon berharap pengelola pasar Desa Gayam bisa memanfaatkan Lokakarya dan magang ini untuk pengelolaan pasar kedepan.

“Rehab pasar Desa Gayam, sebagai bentuk peningkatan perekonomian masyarakat sekitar lapangan Banyuurip,” ujar Rifqi Romadhon.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan Plt Kepal Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro Sukaemi dan
Kepala Desa Sumberejo Kecamatan Sumberejo, H.M. Rifai serta Kepala Pasar Desa Sumberejo Kecamatan Sumberejo, Siswoyo.

Plt Kepal Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi mengatakan akan membantu pasar Desa Gayam menjadi pasar yang bersih. Kalau perlu menjadi percontohan pasar yang lain, semua itu tergantung kesiapan Pemdes Gayam dan pengelola pasar.

“Kalau butuh sosialisasi ke pedagang pasar agar tertib, saya siap datang membantu teman-teman pengelola pasar Desa Gayam,” ujar Sukaemi.

Kegiatan ini dilanjut dengan magang pengelola pasar selama 4 hari di pasar Bojonegoro dan terakhir di pasar Sumberjo.(io/sah)